Rabu, 25 Januari 2012

Macam-Macam Model Pembelajaran Kooperatif (Cooperative Learning)


Kata kunci pembelajaran kooperatif adalah :
  • Tim
  • Pengelolaan Kerjasama
  • Keinginan untuk bekerjasama melalui pengerjaan serangkaian tugas dan penghargaan
  • Keahlian untuk bekerjasama
  • Interaksi yang simultan
  • Terdiri dari serangkaian tahapan yang berbeda dalam setiap model (Kagan 1992)
Tehnik-teknik yang dapat dipakai dalam pembelajaran model kooperatif learning adalah : Jigsaw, STAD, TGT (Slavin 1990) Write Pair Square, Think Pair Square, Inside-Outside Circle, Round-Robin, NHT, Two Stay Two Stray (Kagan 1992), Group Investigation (Sharan et al), Learning Together (Johnson et al 1990), Cooperative Controversy (Johnson and Johnson 1987) Murder – Mood, Understand, Recall, Detect, Elaborate, Review (Hythecker et al 1988)
Write-Pair-Square adalah salah satu teknik pembelajaran kooperatif dengan cara : siswa mula-mula bekerja sendiri, kemudian setelah itu mendiskusikan hasil kerjanya dengan temannya secara berpasangan lalu mereka membahas ulang pekerjaannya dalam kelompok yang terdiri dari empat orang. Terakhir siswa mendiskusikan pekerjaannya bersama-sama didalam kelas dipimpin guru (Kagan 1992)
Two Stay Two Spray adalah salah satu teknik pembelajaran kooperatif dengan cara : siswa mula-mula bekerja didalam kelompok, yang terdiri dari empat orang lalu dua diantaranya menjadi tamu ke kelompok lain untuk membahas dan mengecek hasil pekerjaan kelompok yang didatangi sementara dua siswa tinggal dalam kelompok untuk menerima kunjungan dari kelompok lain guna melakukan hal yang sama, setelah kegiatan itu siswa kembali ke kelompok asal dan terakhir mendiskusikan hasil kerjasanya secara klasikal.

Metode Pembelajaran Team - Games - Tournament (TGT)


Metode TGT dikembangkan pertama kali oleh David De Vries dan Keith Edward. Metode TGT merupakan metode pembelajaran pertama dariJohn Hopkins. (Slavin, 2008:13). Metode ini merupakan suatu pendekatan kerja sama antarkelompok dengan mengembangkan kerjasama antarpersonal. Dalam pembelajaran ini terdapat penggunaan teknik permainan. Permainan ini mengandung persaingan menurutaturan - aturan yang telah ditentukan. Dalam permainan diharapkan tiap-tiap kelompok dapat menggunakan pengetahuan danketerampilannya untuk bersaing agar memperoleh suatu kemenangan. Menggunakan TGT di kelas membantu guru untuk meningkatkan pemahaman dan motivasi di antara murid-murid, yang diharapkan menghasilkan peningkatan motivasi dan prestasi jangka panjang.
van Wyk (2010) mengemukakan bahwa “TGT uses the same teacher presentations and team work as in STAD, but replaces the quizzes with weekly tournaments, in which students play academic games with members of other teams to contribute points to their team scores. Student playthe games at three-person “tournament tables” with others with similar past records in mathematics. A “bumping” procedure keeps the games fair”. Metode pembelajaran TGT memiliki banyak kesamaan dinamika dengan STAD, tetapi menambahkan dimensi kegembiraan yang diperoleh dari penggunaan permainan. Teman satu tim akan saling membantu dalam mempersiapkan diri untuk permainan dengan mempelajari lembar kegiatan dan menjelaskan masalah-masalah satu sama lain, tetapi sewaktu siswa sedang bermain dalam game, teman yang lain tidak boleh membantu, memastikan telah terjadi tanggung jawab individual.
Pembelajaran kooperatif dengan metode TGT ini memiliki kesamaan dengan metode STAD dalam pembentukan kelompok dan penyampaian materi tetapi menggantikan kuis dengan turnamen dimana siswa memainkan game akademik dengan anggota lain untuk meyumbangkan poin bagi skor timnya. (Slavin, 2008: 13). Beberapa keuntungan dari teknik permainan dalam situasi belajar kelompok, yakni bermanfaat khususnya untuk mengajarkan aspek-aspek kognitif tingkat tinggi seperti analisis, dengan adanya persaingan untuk mendapatkan kemenangan maka akan menimbulkan motivasi yang kuat bagi siswa, dan dengan teknik permainan ini terbentuk suatusituasi belajar yang menyenangkan yang tentu saja sangat mempengaruhi tingkat konsentrasi, kecepatan menyerap materi pelajaran, jumlah pelajaran dan kematangan pemahamannya.
Terdapat lima komponen dalam pelaksanaan model pembelajaran kooperatif tipe TGT(Slavin, 2008 :161). Komponen pertama adalah presentasi kelas atau pengamatan langsung. Presentasi kelasdigunakan guru untuk memperkenalkan materi pelajaran dengan pengajaran langsung atau diskusi ataupun presentasi audiovisual. Guru membagi kelompok siswa serta menyebutkan konsep-konsep yang harus dipelajari, memberikan cerita singkat untuk pendahuluan mengenai materi yang akan diajarkan dalam kehidupan sehari-hari.Perbedaan presentasi kelas dengan pengajaran biasa hanyalah bahwa presentasi tersebut haruslah benar-benar berfokus pada unit TGT. Dengan cara ini, para siswa akan menyadari bahwa mereka harus benar-benar memberi perhatian penuh selama presentasi kelas, karena dengan demikian akan sangat membantu mereka menjawab soal – soal pada saat kompetisi dalam permainan.
Komponen kedua dalam pembelajaran TGT adalah belajar tim. Tim terdiri dari empat atau lima siswa yang mewakili seluruh bagian dari kelas dalam hal kinerja akademik, jenis kelamin, ras dan etnisitas. Fungsi utama dari tim ini adalah memastikan bahwa semua anggota tim benar-benar belajar, dan lebih khususnya lagi, adalah untuk mempersiapkan anggotanya untuk dapat menjawab soal pada saat permainan dengan baik. Setelah guru menyampaikan materinya, tim berkumpul untuk mempelajari lembar-kegiatan atau meteri lainnya. Pembelajaran tim sering melibatkan pembahasan permasalahan bersama, membandingkan jawaban, dan mengoreksi tiap kesalahan pemahaman apabila anggota tim ada yang membuat kesalahan. Pada metode TGT ini, poin penting yang perlu ditekankan adalah membuat anggota tim melakukan yang terbaik untuk membantu tiap anggotanya.
Komponen ketiga adalah permainan. Permainan disusun untuk menguji pengetahuan yang dicapai siswa dan biasanya disusun dalam pertanyaan -pertanyaan yang relevan dengan materi dalam presentasi kelas dan latihan lain. Permainan dalam pembelajaran koopertaif metode TGT dapat berupa permainan yang mudah dan banyak dikenal. Dalam penelitian ini permainan yang digunakan adalahRoda Impian (Wheel of Fortune).
Komponen keempat dalam pembelajaran TGT adalah pertandingan atau turnamen. Tournament adalah sebuah struktur dimana permainan berlangsung. Biasanya berlangsung pada akhir minggu atau akhir unit, setelah guru memberikan presentasi di kelas dan tim telah melaksanakan kerja kelompok terhadap lembar kegiatan. Dalamtournament masing-masing siswa mewakili tim yang berbeda. Kompetisi yang seimbang ini memungkinkan para siswa dari semua tingkat kinerja sebelumnya berkontribusi secara maksimal terhadap skor tim mereka, jika mereka melakukan yang terbaik. Setelahtournament selesai maka dilakukan penilaian.
Komponen terakhir dalam pembelajaran TGT adalah penghargaan tim. Gunakan imajinasi, kreativitas, dan variasikan penghargaan dari waktu ke waktu. Hal yang lebih penting adalah dapat menyenangkan para siswa atas prestasi yang mereka buat daripada sekedar memberikan hadiah besar.



Selasa, 01 November 2011

Puisi


Ingin pergi …
Tak ingin kembali…
Walau hanya sesaat..
Walau untuk selamanya

Tak ingin begini..
Tak ingin mengingat kembali..
Jangan kembali…
Jangan…

Semua pergi dari ku
Pergi…!
Biarkan ku sendiri saat ini
Melupakan semua yang menusuk di hati

Menyangkal tak bisa
Merintih tak kuasa
Menghadapi tak mampu

Apa ini smua??
Memojokkanku dalam ruang hampa
Aku takut..
Tapi harus ku lewati…
Walau sendiri…
By : NoE 07 November 2010

April


Dingin…
Angin malam ini menghebuskan nafasnya ..menembus pori-pori tubuhku..merasuk hingga ke jiwa ku yang layu diterpa kemarau bimbang..
Tanpa terasa langit yg tadinya bersahabat tiba-tiba menangis hebat… langkah ku yg tadi satu-satu kini mulai melaju kencang..berlari kecil…sesaat aku berhenti..ku biarkan tubuh ini basah..ku lihat keatas…percikan air menerpa wajah ku..awan gelap…tanpa bulan..bodoh bila mengharap bulan saat langit saja bersedih..
Dibawah rinai hujan hati ku berbicara..otak ku kmbLi memutar smua kisah yg ku ukir bersama mu..
Sakit..kini langit ku temani menangis mlm ini.. senyap..yg ada hanya aku dan nyanyian merdu air hujan yang beradu dngn bumi… smakin hebat ku rasakn bimbang ini..
Walau hujan…kemarau d-ht ini tak dapat ku tepis.. bagaikan gurun pasir tanpa oase di sktar’a..
Apa yang ku dapat slama ini? Pantaskah ku terima?
Pertanyaan yg sll dTg mnghampiri sepi ku.. ku maya di hadapanmu..semu..bagai tak berwujud..
Sesekali ingin ku hempazkn sgala sstu yg ada di dkat mu..agar kau sadari keberadaan ku..namun tak jua ku menjadi nyata…
Masih ku ingat detik itu dekapanmu..terasa berbeda..bukan rasa yang sama.. ku Tanya hati ku..apakah ini ulah mu bimbang?? Kau yang merubah rasa itu? Tak terjawab ! kini otak ku mulai berkata-kata tanpa henti.. tanpa memberi ksmpatan pada hatiku yang smakin layu untuk tumbuh mekar..ia berkata ..rasa itu berbeda ! tlah berbeda..! mungkin saja sudah dimiliki selain aku.. ! ingin ku hempas otak ini bla ia benda..agar hati ku puas..tak menangis..tapi bodoh ! tak terjawab oleh bibir ku sndiri !
Apa salah ku ? kekurangan apa yg mmbuat mu tak bs hanya melihat ku?!
Saat hati ini ku buka untuk mu..ku tutup mata ku agar tak dpt mlhat yg lain..
Ku tutup telinga ku agar tak mendengar kata cnta dry yg lain..
Ku rapatkan tangan ku agar tak digenggam oleh yg lain…namun tak pernah kau menydri’a…tersisih..
Sudut dihatiku smakin menghimpit sesak… tak dapat nafasku berjalan ..walau hanya satu-satu..
Mampukah kau lepaskan smua rantai yg membelenggu ku? Tak pernah kau jaga aku.. hanya senyum yg dapat ku lontarkan..tanpa kau tau..senyum itu..penguat rasa sakit ku… disinii..di dlm hati ku..sakid yg ku rasa…