Selasa, 10 Maret 2015

Ya Rabb ku...


Ya Rabb ku… Tuhan ku yang Maha Baik.. 
Aku yakin ,.. 
sangat percaya apapun yang telah terjadi dan akan terjadi pada ku adalah kehendak-Mu. 
Adalah hal yang terbaik dari Mu untukku. ..
Selama aku berbuat dan berfikir sebaik mungkin... 

Ya Rabb ku,..ku mohon teguhkan lah hati ku. ..
Curahkan lah kesabaran, ketabahan pada ku... 
Jadikanlah aku hamba-Mu yang berhati ikhlas berfikir jernih... 
Akhirkanlah segala yang ada dan terjadi pada ku dengan sgala kebaikan,Ya Rabb...
Jadikan lah aku menjadi hamba-Mu yang selalu istiqomah dan taqwa...
Lindungi lah aku dan orang tua ku, selalu dalam lindungan-Mu...

Power

Hidup itu indah ,, di atas bumi bisa menciptakan segala cerita.  Suka dan duka berjalan beriringan. 
Terkadang kita tak suka mengingatnya. Kadang juga ingin rasanya terulang lagi jika mengingatnya. Yang jelas itu menguatkan. 
Aku suka untuk menjadi orang yang tetap optimis, ceria, dan riang… walau aku tau jelas apa yang menganggu hati ku.. apa yang hilang dari ku.. dan apa yang menyakiti ku. Aku juga suka menjadi seseorang yang tak terduga. Menyimpan rasa ku dalam-dalam. Dalam diam, sendirian. Aku juga tak ingat kapan aku menjadi suka sekali dengan kesendirian, suka sekali. 
Aku percaya dengan kesendirian bisa jadi guru untuk menghargai dan menjaga orang lain. Aku ,..dalam sendiri ku mencoba untuk tetap istiqomah di jalan Rabb ku..mencoba untuk semakin mentaati menjalani sunnah Rasul,.. dengan begitu aku berharap cinta ku tepat dan besar.. pada Rabb ku dan Rasulullah… aku ingin berkata lelah untuk mencintai hamba-Nya yang ku tunggu-tunggu.. ku sebut ia calon imam ku.  Aku hanya ingin melindungi hati ku dan orang lain dari rasa kecewa dan sakit. Kalaupun harus trjadi,.. biar saja aku.. . aku berharap semoga Allah SWT membimbingku.. tak membutakan hati ku..

Sabtu, 16 Februari 2013

You Not My Rival Part 5


5. Without feel or …


Holiday. Matahari gak terik-terik menggosongkan kulit hari ini. Neetha dan teman-teman sekelas lainnya hari ini berencana buat ngisi liburan kuliah yang Cuma beberapa hari ini ke pantai. Walau hanya pantai terdekat (berharap itu pantai di Lombok atau Bali), tapi sayangnya chika dan Mia gak bisa ikutan.
“rama…..” teriak Neetha dari belakang.
“ haii neeth…kamu bareng aku aja ya..”
“hah? Kan planning’a aku nebeng sama rina”
“ kebetulan tadi rina udah ditodongin pisau ma si Lia..jadi kamu bareng aku aja…”
“ohh…oke deh”
Kebiasaan Rama. Ngomong gak pernah genah. Selalu aja pake bahasanya sendiri. Berhubung neetha dan teman-teman lainnya dah terbiasa ya it’s ok aja. Udah cukup paham, bahkan mungkin sangat paham!.
Bergerak lah mereka dengan 4 motor. Berarti ada 8 orang yang holiday ke pantai. Sesampainya di pantai mereka semua bermain air, lari kesana-sini, persis seperti manusia yang gak pernah liat laut. Cuma istana pasir aja yang gak mereka bangun untuk melengkapi keudikan mereka. Tiba-tiba, ntah saking semangatnya liat laut, atau memang Neetha gak liat jalan, Neetha terjatuh dan akibatnya kaki Neetha terkilir. Rama yang melihatnya, langsung memapah Neetha buat jalan ke tepi.
“kamu gak apa-apa Neeth?” Tanya rama dan teman-teman lain.
“gak.. gak apa-apa kok. Kayaknya ini Cuma terkilir dikit, kalian lanjutin aja aku disini, istirahat”
“beneran neeth?” Tanya rina memastikan.
“iya…”
Dan seketika mereka kembali berhamburan kearah pantai. Teman-teman sepakat buat naik banana boot. Tapi rama menolak. Alhasil mereka pergi berkelana di laut dengan banana boot, tanpa Rama dan Neetha. Rama menghampiri neetha yang sedari tadi hanya duduk memandang mereka dari jauh.
“dah baikan Neeth?” sapa rama
“orang gila juga tau ni bakalan sembuh kalo udah di pijet ram..”
“mana tau kamu punya kesaktian, dan bisa sembuh sendiri”
“hadehh….”
Sejenak mereka berdua terdiam, hingga akhirnya rama kembali membuka obrolan, dan kali ini sungguh tak terduga dan menimbulkan seribu Tanya.
“dulu aku pengen bawa seseorang jalan-jalan kesini”
Neetha terbelalak, dan langsung menoleh kearah Rama yang ada disampingnya. (bayangkan rama yang ngomong gitu sambil menatap pantai, dan Neetha menolehnya, mirip banget kayak di pelem-pelem ftv.hihihihi)
“siapa tu Ram? Seseorang?” Tanya Neetha ragu.
“iya.. aku suka sama dia, tapi sayangnya bukan Cuma aku yang suka. Banyak saingan kayaknya”
“emang dia gak suka sama kamu?”
“entahlah..mungkin iya, mungkin enggak..tapi yang jelas dia dekat dengan ku saat ini” jawab Rama sambil mengalihkan pandangannya sembari tersenyum pada Neetha.
“kamu dah nembak dia?”
“belom. Nanti aja kalo dia udah siap”
Nahh loh… ini ngomongin siapa? Siapa yang sebenarnya rama suka?. Seseorang itu yang Neetha kenal? Apa itu Mia? Atau mungkin Neetha? saat ini dekat?,semua pertanyaan menari-nari di benak Neetha. Tapi dari sikap dan cara Rama ke Neetha gak nutup kemungkinan juga itu Neetha kan?.
                Liburan udah selesai. Kembali ke rutinitas kuliah seperti biasa. Seperti biasa, yang paling panjang ngomongin kangennya adalah Chika. Chika berlari-lari kayak ngejar kucing nyuri ikan untuk menghampiri Neetha yang dilihatnya dari kejauhan. Dan begitu sampai didepan Neetha Chika langsung memeluk Neetha.
“Neetha…..aku kangen…kangen…kangen…”
“heh, lepasin..gila kamu. Gak malu diliatin orang apa?” celetuk Neetha sambil menjauhkan Chika.
“hehehe….eh…gimana ke pantainya? Seru doongg” Tanya Chika tak sabar.
“Chik..aku mau cerita.tapi jangan kasih tau Mia yaa”
“hah? Apa tu?” Tanya Chika tak sabar.
“sebenarnya ini juga gak pasti..aku gak bisa pastiin jelasnya….”
Kemudian Neetha menceritakan semua kejadian yang dipantai dan apa yang diomongin Neetha dan Rama selama disana. Alhasil Chika melompat kaget, diikuti bola matanya yang seakan juga ikut melompat keluar.
“apa? Rama bilang gitu? Dia suka sama kamu?!” Chika setengah berteriak.
Neetha cepat-cepat menutup mulut Chika karena takut didengar orang yang mungkin aja dekat atau kenal sama Rama.
“kan dah aku bilang ini belum jelas pastinya, Chika!!” sergah Neetha dengan gigi yang rapat.
Tak lama berselang Mia datang, dan menyapa kedua sahabatnya.
“hai…” sapa Mia
“hai Mia sayang…. “ jawab Chika
Mia hanya tersenyum, dan Neetha mencoba untuk seperti biasa aja. Tapi ternyata, sepertinya Mia tau kejadian di Pantai. Mungkin Mia udah didongengin sama Rina atau teman lainnya yang ikut ke pantai saat liburan itu.
Pada saat dimana Mia hanya berdua dengan Chika, Untuk memastikan apa yang didengarnya, Mia nanya ke Chika. Dan namanya juga Chika. Keceplosan adalah hal yang lumrah buatnya. Chika menceritakan apa yang di bicarain rama dan neetha.
“tapi itukan juga belom pasti Mi..”
“tapi mungkin juga pasti Chik.. Liat aja buktinya.. kayaknya Rama sering ngomong sama rama..jalan bareng juga”
Dan saat Neetha menghampiri mereka, Mia hanya diam dan tersenyum tipis. Saat mereka ngobrol-ngobrol, tiba-tiba aja Mia mengarahkan pembicaraan tentang holiday Neetha dan teman-teman mereka kemarin di Pantai. Neetha yang gak tau kalo Mia udah tau sampai pada tahap pembicaraan Rama saat itu menjawab santai.
“ya lumyan lah.daripada borring di kamar”
“katanya kaki kamu terkilir yaa…udah baikan?” Tanya Mia lagi.
“iya…udah kok..kemarin udah di pijet”
“Rama yang mijet?”
Pertanyaan Mia kali ini, diiringi tawa. Entah tawa untuk godain Neetha, atau tawa sinis, gak tau deh.
“ya gak la.. selain narcis mana ada keahlian kekasihmu itu” jawab Mia
“halah… tapi kayaknya rama suka sama kamu yaa neeth,.. buktinya aja dia nemenin kamu ngobrol. Ahh rival lah kita nii” goda Mia lagi sambil tertawa.
“ah..kalo rama suka, tapi aku kan gak ada rasa,..gmana kita bisa jadi rival?”
“tetap aja bisa. Kalo Rama yang suka..haha”
Neetha langsung membelalak Chika. Chika ketakutan dan tertunduduk mengotak atik hp-nya. Entah apa yang di liat Chika di Hp-nya, yang penting beralih dari tatapan Neetha yang mematikan. Haha
Hal itu membuat Neetha gak enak sama Mia. Walaupun Mia keliatan biasa aja, tapi sering sekali bahasan mereka tentang Rama, dan ujung-ujungnya Mia menyebutkan Mia dan Neetha Rival ples dibarengi tawa. Ya tapi semua tau pasti hati Mia.

bersambung...

Rabu, 09 Januari 2013

Gantungan Kunci/HP or Bross Jilbab



Mari di Order ...
bisa dijadiin gantungan kunci/HP, bross jilbab...
bisa request mau di buat bentuk apa aja...
ccok buat di pakai sendiri atau dijadiin gift...

Order By SMS/WhatsApp : 089652684492

Jumat, 04 Januari 2013

You Not My Rival (Part 4)


4.       Chika,help me !
Dari hari ke hari Mia semakin gundah gulana mikirin Rama. Sikap Rama jadi tebak-tebakan oke buat chika. Tapi, Chika juga kasihan liat Mia yang Cuma bisa mendam rasa tanpa kepastian yang jelas tentang perasaan Rama gimana. Mia curhat ke Chika dan Neetha, Neetha nyaranin Mia ungkapin aja duluan. Lain lagi dengan Chika yang menyarankan agar Mia cari tau dulu sampe bener-bener yakin Rama juga respect sama dia.
“kalo aku ungkapin, ntr aku takut dia nolak trus jauhin aku,lagian aku gengsi la” keluh Mia
“trus mau ikutin saran si chika?” Tanya Neetha
Mia mandangin Chika, dalam penuh arti.
                “wueepss… tatapan Mia menusuk jantung ku”
Sedarat toyoran Neetha mendarat di kepala Chika. Sedangkan Mia masih anteng dengan posisinya di depan Chika. Sebenarnya Chika ngerti apa yang dimaksud Mia dalam bungkamnya.
                “ok..ok..ntr aku yang cari tau..disegala kesempatan, disegala celah omongan,,di dunia nyata,di dunia maya, bahkan klo perlu di dunia lain juga aku introgasi dia”
Usul Chika yang panjang lebar itu berhadiah toyoran ke dua dari Neetha.
                *tuiing*
                “kamu kira kita amfibi hidup di dua alam? Pake acara bilang dunia lain lagi”
Mia tersenyum geli melihat kedua sahabatnya.
                Apa yang di usulkan Chika memang bukan sekedar omongan kosong. Saat jam kuliah kosong, Chika sedang duduk di depan kelas, tiba-tiba Rama menghampirinya.
                “hai chika..ngapain kamu?” sapa Rama
                “lagi merenungi nasib” jawab Chika enteng.
                “beughh.. masi jaman ya Chik?”
                “jaman la,.. contohnya merenungi nasib cinta masa depan” Chika mulai memancing dengan umpan ‘jaman’.
                “halaah.. santai aja. Kalo aku gak mau pusing kayak kmu tu. Kalo aku dah sukses itu urusan gampang”
                “Tapi kan juga harus di fikirin juga di mindset pengen psangan yang kyak mana buat masa depan. Emank kamu udah punya?”
                “mau tau aja kamu” jawab Rama singkat seraya berlalu.
Chika kesal melihat tingkah Rama. Alhasil di setiap kesempatan Chika selalu memancing pertanyaan seputar masalah yang sama, siapa yang ada di hati Rama. Pucuk Dicinta bulan purnama melambai, Rama online malam itu. Mulai lah chika menjalankan misi nya. Awalnya perbincangan mereka santai dan ringan sampai Chika mulai melemparkan pancingnya lagi.
                “Rama..”
                “iya..”
                “kira-kira kalo ada temen sekelas kita ada gak yang menurut kamu menarik?”
                “ada…” jawab Rama singkat.
                “siapa? Kasi tau la”
Chika udah kesenengan berfikir kalo orang yang dimaksud Rama nanti bisa aja antara Mia atau Neetha. Sampai akhirnya Chika memaki dalam hati.
                “Alan ! :D”
Settttaannn!!!! (dalam hati Chika)
                “kamu maho? Gak normal? Gila? Masak Alan kamu suka?”
                “gak ya.. aku normal. Kan kamu gak bilang cewek atau cowok. Ya menurut aku si Alan menarik buat cewek.ya tentunya dia di urutan ke 2 setelah aku”
Gila. Pede banget si Rama buat Chika hebring sampe salah nekan caps lock.
                “AKU TAU SIAPA YANG SUKA SAMA KAMU.TAPI AKU MAU KAMU KASIH TAU DULU SIAPA YANG KAMU SUKA.KALO TERNYATA SAMA YANG KITA MAKSUDKAN. KALO GAK AKU GAK KASIH TAU.TP AKU JAGA RAHASIA”
                “mau tau banget kamu. Aku gak perlu tau tu siapa yang kamu tau. Lain x jngn lupa matiin caps lock..aku gak rabun kok”
*kraaakkkk
Chika memukul meja nya dengan keras saking kesalnya baca balasan Rama. Campur juga sih sekalian malunya.
                Keesokan harinya di kampus Chika nungguin Mia dan Neetha di kantin kampus. Begitu tiba Mia langsung deketin Chika. Dan Neetha Cuma diam menunggu Chika member laporan investigasinnya.
                “gimana chika? Berhasil?” Tanya Mia tergesa.
Chika menghela nafas menyenderkan punggungnya di kursi sambik menatap kearah samping tepat kea rah Mia.
                “Nihil.. kamu salah naksir. Orang gila kamu sukain, orang waras kamu tolak”
Mia kebingungan. Neetha langsung nyambung nanya ke Chika, apa yang di maksudnya tadi.
                “ Mi, si Rama itu udh error otaknya. Aku nanya siapa yg menarik dia jawab Alan. Aku kasih janji buat gak bakalan bilang siapa yg dia suka dia jawab aku mau tau banget” keluh Chika.
                “ Yaudahlah Chik, mungkin dia emang gk respect sama aku”
                “jadi kamu nyerah?” sambung Neetha.
                “ hemm.. yaudahlah, biarin aja waktu yang menjawabnya” tukas Mia
                “ widddiiwww… so sweet Mia” sambung Chika.
Mia Cuma senyum. Walaupun di hatinya masih berharap semoga saat ini biarpun gak ada Mia di hati Rama, jg gak ada cewek lain juga. Ini berarti investigasi penelusuran Chika berhenti. Bukan berarti vakum. Chika dan Neetha sepakat bakalan terus cari tau soal kepastian hati Rama. Biarpun harus sering ngadepin omongan dank e narciss-an Rama yang di luar batas wajar bagi Chika dan neetha.


bersambung...

You Not My Rival (Part 3)

3. Sinyal mu kesiapa?

Seminggu sudah Mia diluar kota. Rasanya agak sepi kalo ga ada mia. Hari ini Neetha dan chika berencana jalan bareng ke tempat mereka bertiga biasa ngumpul. Neetha dan Chika janjian ketemu di TKP jam 1 siang. Lagi siap-siap berangkat, sms Mia masuk ke Chika dan juga Neetha.
haii… aku udah disinii..”
Dengan kemampuan membalas sms dengan cepat Chika membalas sms Mia. Gak pake basa-basi,langsung ke inti :
“udah,..siap-siap langsung ketemu di tempat biasa sekarang”
Setelah membalas sms Mia. Chika langsung berangkat. Cuma 10 menit dah nyampe tempat tujuan. Gak berapa lama Mia tiba. Neetha agak sedikit telat. Sembari nunggu neetha, Mia curhat ke Chika.
                “ka, km tau kan kmaren Rama jalan ma Neetha?”
                “iya .. tau.. kamu sih gak mau ikutan mereka. Padahal kata neetha kalo aja kamu bisa ikut, dia mo boong bilang gak bisa ikutan loh..ehm..emank kenapa emank Mi?”
                “gak papa sih. Cuma aku jadi mikir, apa mungkin Rama naksir Neetha ya?”
                “halah.. ngapain mikir yang gak-gak? Cem kamu gak tau gimana Rama aja..udahla.gak ada itu”
                “…………”
Mia hanya diam. Dan Neetha pun muncul. Gak ada ekspresi cemberut atau yang lainnya ditunjukkan Mia ke Neetha. Tetap seperti biasa mereka saling sapa,jalan bareng,makan, ngobrol,dan pulang. Rutinitas hari kamis bagi mereka. Karena entah kenapa tanpa disengaja seringnya mereka jalan bareng ya selalu di hari kamis.
                Esok harinya dimata kuliah Bu Mira, Neetha, Mia, dan Chika datang lebih awal. Mereka memilih duduk di bangku paling depan. Tak lama berselang Rama pun muncul. Herannya nih ya Rama nyapa Mia duluan pake senyum segala (kalo giginya gak bakalan kering,mungkin rama gak bakal berenti senyum).
                “Mia, disini siapa?” Tanya rama sambil menunjuk kearah bangku kosong disebelah Mia.
                “belom ada Ram”
                “aku disini ya..”
                “yaudah..duduklah”
Raut wajah Mia agak gimana gitu. Berhubung disebelahnya sang pujaan hati. Neetha dan Chika bisik-bisik sambil melirik kearah Mia dan Rama. Saat Neetha dan Chika kedapetan ngelirik Mia, Mia langsung senyum malu-malu (ceileeee). Kebetulan hari ini bu Mira agak telat datang. Rama ngajak Mia, Neetha, dan Chika ngobrol.
                “ eh..dah bayar bukunya bu Mira belom klen?” Tanya Rama
                “aku udah” jawab Neetha singkat
                “aku nanti aja waktu jam kuliah selesai” sambung Mia
                “kenapa kamu nanya-nanya Ram?mo minta di bayarin? Gak modal wooii” selah Chika
                “apa pula.. buku klen bertiga pun bisa aku bayar.sepele kali ma aku” dalih Rama.
Tiba-tiba Bu Mira datang dan kuliah pun di mulai. Rama, Mia, Neetha, Chika, dan teman-teman yang lainnya memperhatikan kuliah yang diberikan Bu Mira. Di beberapa kesempatan Bu Mira mengajukan pertanyaan. Mia menjawab pelan sambil melihat kearah bukunya. Rama yang mendengar langsung ngajak Mia ngobrol.
                “ udahla Mi,..apalagi..jawab dong”
                “kamu aja yang jawab Ram”
Tanpa berfikir lama, Rama langsung menjawab pertanyaan Bu Mira dengan jawaban yang diucapkan Mia. Dan bu Mira membenarkan jawaban Rama. Kagetnya Mia waktu Rama jujur.
                “Itu tadi saya dikasih tau Mia jawabannya Bu”
Bu Mira tersenyum geli melihat kea rah Rama. Dasar Rama, Mia jadi malu-malu. Chika dan Neetha senyum-senyum kearah Rama dan Mia.
Gak terasa kuliah bu Mira selesai. Sebelum pulang, Mia menemui bu Mira untuk melunasi uang Buku mata kuliah bu Mira. Anehnya bukan Cuma Neetha dan Chika yang nungguin Mia, tapi juga Rama. Saat bu Mira menulis nama Mia dengan menyebutnya beberapa kali, Rama malah nyambung.
                “siapa namanya? Mia ama…?” Tanya bu Mira
                “Mia bu… Mia Amalia Prasetya” sambung Rama enteng sambil tersenyum.
Oh My God. Prasetya! Itu kan nama belakangnya Rama. Malah dia kasih buat Mia. Mia kaget, Chika dan Neetha juga gak kalah kaget dibuatnya. Sambil menahan tawa, Chika dan Neetha jalan keluar kelas, Karena takut ketauan sama Rama dan Mia. Disusul Mia dan Rama di belakang. Sesampai di parkiran mereka berpisah dengan Rama. Mia, Neetha, dan Chika tertawa membahas apa yang diucapkan Rama tadi dikelas. Sikap Rama ke Mia hari itu sungguh diluar dugaan. Mia yang diam-diam naksir Rama seperti diberi sinyal kuat. Tapi yang jadi aneh sekarang, kenapa sikap Rama bisa gitu ke Mia dan Neetha. agak membingungkan bagi Chika yang selalu mendengar dan berbagi cerita dengan kedua sahabatnya itu. Gak dipungkiri Mia dan Neetha juga mungkin ngerasa kebingungan dengan sikap Rama.


bersambung.....

You Not My Rival (Part 2)


2.    Just friend
Hari ini pagi cerah. Berhubung kuliah sedang libur, netha berencana menghabiskan waktu di rumah saja. Namun tiba-tiba Hape neetha berbunyi, tanda sms masuk. Rupanya sms itu dari yola, teman sekelasnya.
Sms Yola:            
Neeth,.. ke kampus yuk.. tolong bantuin aku cari tugas dari Pak Taka kemaren”
Balas Neetha :
“ok.30 menit lagi aku nyampe kampus. Ketemu di perpus aja ya”
Neetha yang berencana bermales-malesan akhirnya bergegas berangkat ke kampus walaupun hari ini gak ada jadwal kuliah. Neetha juga tak lupa ngajak Mia dan Chika. Tapi chika gak bisa ikut karena harus nemenin ibunya.
Sesampainya di depan perpus, ternyata Yola dan Mia belum tiba. Sambil nunggu Yola dan Mia datang, neetha duduk di depan perpus. Tak disangka  Rama berjalan kea rah neetha dan menyapanya.
                “ hai neth,..sendirian?”
                “ya gag la..”
                “loh..? sama siapa..buktinya ni duduk sendiri aja “ Rama keheranan.
                “ ya sama mu laa Ram,.. kalo aku sendirian,..jadi kamu apa? Hantu?” jawab neetha enteng.
(hahahaha…sukurrin rama!!) Rama hanya tersenyum sambil duduk disamping neetha. Tak lama neetha dan Rama berbincang, Yola dan Mia menghampiri mereka. Mia menyapa Neetha dan Rama. Khas nya Mia, dia gak keliatan lagi suka sama Rama. Padahal neetha senyum ke Mia sambil ngelirik kea rah Rama. Alhasil Mia langsung berjalan masuk perpus sambil menahan tawa bahagianya (ceileee..yang lagi jatuh cinta).
Didalam perpus Neetha, Mia, Rama, dan Yola duduk disatu meja. Sambil ngerjain tugas mereka berbincang-bincang. Rama yang berencana hunting sesuatu yang dia cari,ngajak Neetha dan Mia.
                “Selesai tugas ini klen langsung pulang kerumah?” Tanya Rama.
                “ Ya iya.. mo kemana lagi? Gag mungkin pulang kerumah mu kan Ram?” jawab Mia
                “…………….” (Yola Cuma diam, bengong, ngeliat kea rah Mia dan Neetha)
                “Emang kenapa Ram?” sambung Neetha.
                “ehm,.. ada yang mau aku cari. Tapi gak enak kao nyarinya sendirian. Kalian mau ikut?” ajak Rama
Tiba-tiba Yola menjawab :
                “ aku gak bisa ikut la.aku dah ada janji.maaf yaa teman-teman” (dengan mimik wajah sedih)
                “ paling kmu mo pergi ma cowok barumu tu kan? Lagian yang ngajak km sapa,La? Aku Cuma ngajak Neetha ma Mia aja kok. GeeR bangget km” jawab Rama.
Wajah Yola langsung cemberut. Sementara Mia dan Neetha tertawa melihatnya. Sebenarnya Mia pengen ikut tapi gak bisa, karena Mia ada jadwal kerja sampingan. Akhirnya setelah ngerjain tugas bareng, yang pergi bareng Rama Cuma Neetha. Di perjalanan neetha nanya ke Rama mereka mau cari apa dan untuk siapa. Rupanya Rama mau nyari kado buat ibunya yang kebetulan berulang tahun hari itu. Dan dia butuh bantuan buat milih kado yang cocok, Neetha jadi keheranan.
                “kok butuh bantuan kalo mau pilih kado? Aku kan gak tau ibu kamu suka apa”
                “yaa aku juga gak tau apa mau ibu ku”
                “masa’ sih km gak tau apa kesukaan ibu kamu? Kamu kan anaknya.apa jangan-jangan kamu anak nemu di jalan  kali ya?”
                “ weeits,..enak aja.. aku anak kandung ya.di kartu keluarga tulisannya Rama Prasetya status Anak Kandung”
                “hahahaha….” Neetha tertawa.
                “kalian kan sama-sama cewek. Biasanya sama yang disukainya,makanya aku minta tolong kamu”
Neetha hanya tersenyum. Sesampainya di Mall, Rama dan Neetha berkeliling Toko memilih kado yang cocok. Neetha menyarankan membeli Pakaian sebagai kado buat ibunya. Dan Rama setuju. Setelah selesai membeli kado Rama mengantar Neetha pulang ke rumahnya. Neetha langsung ke kamar dan mencari hape di tasnya. Ternyata Neetha nge-sms Chika.
Sms ke Chika :
Neetha : “ka, kamu tau gak..tadi pulang dari perpus aku jalan ma si Rama”
Chika : “hah? Masa’? ngapain? Mia ikut?”
Neetha : “ iya..nyari kado buat ibunya, Mia ga bisa ikut. Dia ada jadwal kerja sampingan.”
Chika : “widiiww…. Bisa nyampe juga kalian di tempat tujuan tanpa aku di dudukin di depan stang buat jadi navigator ya..hahaha… tp, sayang bangget Mia gak ikut ya”
Neetha : “ iya. Kalo tadi Mia bisa ikutan,aku rela dehh bo’ong bilang gak bisa ikutan.”
Chika : “ iya…pasti Mia seneng bangget hahaha”
Tiba-tiba sedang asik sms-an sama Chika, sms Mia juga masuk. Mia nanya gimana jalan barengnya sama Rama. Neetha jawab apa adanya kalo dia dan Rama Cuma nyari kado buat ibunya Rama.
                Hari-hari selanjutnya, Rama jadi sering ngajak Neetha buat ngerjain tugas bareng. Atau sekedar makan bareng. Neetha yang tau Mia naksir Rama gak lupa buat ngajak Mia dan Chika. Tapi keseringan Cuma Neetha dan Rama aja yang jalan bareng karena Chika sibuk bantuin kerjaan ibunya dan kebetulan Mia ke rumah saudaranya di luar kota bersama keluarganya.
Di sabtu sore waktu Neetha sedang asik online di Socmed, Rama ngajak Neetha chating.
                “ hei neeth..”
                “oii rama..”
                “lagi banyak duit aku lah. Belum makan pula”
                “yaudah makan sana. Ngapain ngadu ama aku?”
                “aku males makan sendirian.”
                “aku juga laper. Tapi kamu bayarin aku mau?haha”
                “oke.”
                “serius”
                “iya. Sms aja”
Neetha ragu sama isi chat Rama. Ya maklum lah rama kan kadang rada-rada suka PHP-in orang, jangankan cewek, PHP-in cowok dia sanggup. Haha. Tapi neetha tetap sms Rama dan minta Rama yang jemput dia kalo emang serius mau traktir makan. Gak lama berselang ternyata beneran Rama datang jemput Neetha. Mereka sepakat milih kafe di daerah dekat rumah neetha. Tak disangka ternyata disana mereka ketemu sama temannya Rama. Temannya Rama ngajak Neetha berkenalan dan ternyata saat mereka ngobrol nyambung. Disitu terlihat raut wajah Rama agak berbeda, seperti ekspresi orang bosen di cuekin,entah juga jealous. Neetha ragu, tapi tetap cuek aja. Neetha yakin kalo mereka hanya sekedar teman.hanya teman.

bersambung....

Sabtu, 01 Desember 2012

YOU NOT MY RIVAL (Part.1)

     1.  It’s not first sight
Namanya neetha. Punya dua sahabat, Mia dan chika. Persahabatan yang gak diukur dengan seberapa sering mereka jalan bareng, atau duduk di bangku yang berdekatan. Walaupun bagi sebagian besar orang kedua hal itu lazim. Di dalam kelas juga ada Rama. Gak pinter bangget, gak cakep banget, tapi ya lumayan manis dan berkarisma lah menurut chika. 1 lagi. Rama sosok yang frontal, ajaib, dan sedikit gak tau malu ( menurut chika juga).
                “ eh,, ni hari kan Cuma kuliahnya pak Taka aja,..pulangnya kemana kita?” Tanya chika.
Sementara Neetha dan Mia berfikir, tiba-tiba Rama yang nguping di depan bangku Mia menoleh ke belakang dan langsung nyambung tanpa di komando (ya gak ada juga sih yang bisa mengkomandoi orang kayak Rama).
                “ mo kemana kalian? Gak ngajak aku?”
                “heh,..pede x ya mo diajak.. ga malu jalan ma cewek?”
                “ Loh? Ngapain malu? Kalo ada aq kan kalian bakalan aman..”
                “ aman? Sama mu? Tahan emang,Ram? Kami bertiga loh..” sambung Netha.
                “ Cuma bertiga koq klen.. knp koq g tahan pula? Ber lima jg tahan aq melindunginya”
Aaaiiihh… kata-kata Rama membuat Chika yang gampang illfeel ples hebring langsung muntah buatan.
                “ hueekk…! Tolong la ya Ram. Satu-satunya cowok paling gak tau malu tu di kelas ini ya kamu!”
                “ itula km kn ka… dilindungi gak mau.. gak dilindungi nanti update status, cowoq gak pengertian..itu la klen cewek-cewek ni.. lain di mulut, lain dihati “ sindir Rama yang sering baca status dan Time Line Chika di Socmed.
Kontan rasa kesal Chika dibayar tunai sama si Rama. Sementara Netha  dan Mia Cuma tertawa melihat chika yang gak bisa jawab apa-apa lagi karna apa yang di bilang Rama juga benar adanya.
                “udahla.. jadi gimana? Mau gak? Penawaran gak dateng 2 kali. Mumpung lagi kosong waktu ku,ntr kalo jadwal ku penuh gak bisa lah aku, kurang baek apa lagi aku,coba?”
                “iddddiiiihhh…. “ gumam chika sambil buang muka.
                “km  kan bawa motor ram,.. mana bisa kami bertiga ikut dengan motor mu itu” sambung Netha
                “ koq ga bisa..? ntar netha di belakang aq.. Mia di depan.. truss chika di stangnya aja..dia jadi navigator..kompas bahasa jermannya” jawab Rama enteng.
                “iya,, ga papa… ntr aq arahin netha n Mia turun di tempat tujuan, trus kamu aku antar ampe di tepi jurang,..aku tendang kamu ampe jatuh tanpa jejak!” jawab chika kesal.
Sontak Netha dan Mia tertawa terbahak-bahak. 1 sama buat kedua kubu. Tapi namanya juga Rama, gak akan berhenti sampai dia puas.
                “udahla chika,..jangan kecewa n putus asa kali gitu napa..contoh ni Mia..baek dia..Mia aja setuju kalo aku ikut. Yakan Mia?”
                “apa pula aku setuju? Dari tadi aku diem aja kok..tau darimana aku setuju?” jawab mia.
                “Sukoorrr!!” sambung neetha.
(dalam hati Chika) asssyiikk dibelain.
                “ ah..yaudahla.. kalo klen menyia-nyiakan kesempatan emas jalan sama ku”  tutup Rama sembari menoleh lagi ke depan. Netha, Mia, dan Chika Cekikikan di belakang.
                Tak terasa perkuliahan hari ini selesai. Netha, Mia, dan Chika menuju kantin untuk makan siang. Sambil menunggu pesanan datang, mereka berbincang-bincang. Membahas percakapan antara mereka dan Rama di kelas tadi. Alangkah kagetnya Netha dan Chika mendengar pernyataan Mia. Ternyata Mia suka sama Rama.
                “Hah? Serius mia??” netha tak percaya
                “kamu bisa suka sama makhluk kayak gitu?” sambung Chika
                “Mungkin aneh kan sob..tapi entah kenapa aku suka aja sama cara dia berfikir,ngomong,dan dia tu juga berkarisma menurut aku..dia menarik” ungkap Mia sambil senyum-senyum.
                “iya sih yang dibilang Mia bener juga. Tapi…hahaha..kaget juga aku kamu suka ma dia”
                “hahh,,,ntahla mia.. manusia yang aku rasa tidurnya bareng dedemit gitu bisa juga kamu suka? Heran..padahal ini bukan pandangan pertama..kamu tau aneh-aneh nya dia tu,,tapi iya sih aku akui deh dia tu lumayan populer n berkarisma” jelas Chika.
Tapi baik Mia apalagi netha dan Chika sama-sama gak tau apa Rama udah punya gebetan atau belum. Karena sejauh ini memang gak ada kedengeran Rama deket sama cewek mana pun. Sementara Mia, ada satu cowok yang udah ngungkapin perasaan ke Mia tapi Mia tolak, Alan namanya. Teman dekat juga sama Rama.