Ya Rabb ku… Tuhan ku yang Maha Baik.. Aku yakin
,.. sangat percaya apapun yang telah terjadi dan akan terjadi pada ku adalah
kehendak-Mu. Adalah hal yang terbaik dari Mu untukku. .. Selama aku berbuat dan
berfikir sebaik mungkin...
Ya Rabb ku,..ku mohon teguhkan lah hati ku. .. Curahkan
lah kesabaran, ketabahan pada ku... Jadikanlah aku hamba-Mu yang berhati ikhlas
berfikir jernih... Akhirkanlah segala yang ada dan terjadi pada ku dengan sgala
kebaikan,Ya Rabb... Jadikan lah aku menjadi hamba-Mu yang selalu istiqomah dan
taqwa... Lindungi lah aku dan orang tua ku, selalu dalam lindungan-Mu...
Hidup
itu indah ,, di atas bumi bisa menciptakan segala cerita.Suka dan duka berjalan beriringan.
Terkadang
kita tak suka mengingatnya. Kadang juga ingin rasanya terulang lagi jika
mengingatnya. Yang jelas itu menguatkan.
Aku suka untuk menjadi orang yang
tetap optimis, ceria, dan riang… walau aku tau jelas apa yang menganggu hati
ku.. apa yang hilang dari ku.. dan apa yang menyakiti ku. Aku juga suka menjadi
seseorang yang tak terduga. Menyimpan rasa ku dalam-dalam. Dalam diam,
sendirian. Aku juga tak ingat kapan aku menjadi suka sekali dengan kesendirian,
suka sekali.
Aku percaya dengan kesendirian bisa jadi guru untuk menghargai dan
menjaga orang lain. Aku ,..dalam sendiri ku mencoba untuk tetap istiqomah di
jalan Rabb ku..mencoba untuk semakin mentaati menjalani sunnah Rasul,..
dengan begitu aku berharap cinta ku tepat dan besar.. pada Rabb ku dan
Rasulullah… aku ingin berkata lelah untuk mencintai hamba-Nya yang ku
tunggu-tunggu.. ku sebut ia calon imam ku.Aku hanya ingin melindungi hati ku dan orang lain dari rasa kecewa dan
sakit. Kalaupun harus trjadi,.. biar saja aku.. . aku berharap semoga Allah SWT
membimbingku.. tak membutakan hati ku..
Holiday. Matahari
gak terik-terik menggosongkan kulit hari ini. Neetha dan teman-teman sekelas
lainnya hari ini berencana buat ngisi liburan kuliah yang Cuma beberapa hari
ini ke pantai. Walau hanya pantai terdekat (berharap itu pantai di Lombok atau
Bali), tapi sayangnya chika dan Mia gak bisa ikutan.
“rama…..”
teriak Neetha dari belakang.
“ haii neeth…kamu
bareng aku aja ya..”
“hah? Kan planning’a
aku nebeng sama rina”
“ kebetulan
tadi rina udah ditodongin pisau ma si Lia..jadi kamu bareng aku aja…”
“ohh…oke deh”
Kebiasaan Rama.
Ngomong gak pernah genah. Selalu aja pake bahasanya sendiri. Berhubung neetha
dan teman-teman lainnya dah terbiasa ya it’s ok aja. Udah cukup paham, bahkan
mungkin sangat paham!.
Bergerak lah
mereka dengan 4 motor. Berarti ada 8 orang yang holiday ke pantai. Sesampainya di
pantai mereka semua bermain air, lari kesana-sini, persis seperti manusia yang
gak pernah liat laut. Cuma istana pasir aja yang gak mereka bangun untuk
melengkapi keudikan mereka. Tiba-tiba, ntah saking semangatnya liat laut, atau
memang Neetha gak liat jalan, Neetha terjatuh dan akibatnya kaki Neetha
terkilir. Rama yang melihatnya, langsung memapah Neetha buat jalan ke tepi.
“kamu gak
apa-apa Neeth?” Tanya rama dan teman-teman lain.
“gak.. gak
apa-apa kok. Kayaknya ini Cuma terkilir dikit, kalian lanjutin aja aku disini,
istirahat”
“beneran
neeth?” Tanya rina memastikan.
“iya…”
Dan seketika
mereka kembali berhamburan kearah pantai. Teman-teman sepakat buat naik banana
boot. Tapi rama menolak. Alhasil mereka pergi berkelana di laut dengan banana
boot, tanpa Rama dan Neetha. Rama menghampiri neetha yang sedari tadi hanya
duduk memandang mereka dari jauh.
“dah baikan
Neeth?” sapa rama
“orang gila
juga tau ni bakalan sembuh kalo udah di pijet ram..”
“mana tau kamu
punya kesaktian, dan bisa sembuh sendiri”
“hadehh….”
Sejenak mereka
berdua terdiam, hingga akhirnya rama kembali membuka obrolan, dan kali ini
sungguh tak terduga dan menimbulkan seribu Tanya.
“dulu aku
pengen bawa seseorang jalan-jalan kesini”
Neetha
terbelalak, dan langsung menoleh kearah Rama yang ada disampingnya. (bayangkan
rama yang ngomong gitu sambil menatap pantai, dan Neetha menolehnya, mirip
banget kayak di pelem-pelem ftv.hihihihi)
“siapa tu Ram?
Seseorang?” Tanya Neetha ragu.
“iya.. aku
suka sama dia, tapi sayangnya bukan Cuma aku yang suka. Banyak saingan kayaknya”
“emang dia gak
suka sama kamu?”
“entahlah..mungkin
iya, mungkin enggak..tapi yang jelas dia dekat dengan ku saat ini” jawab Rama
sambil mengalihkan pandangannya sembari tersenyum pada Neetha.
“kamu dah
nembak dia?”
“belom. Nanti
aja kalo dia udah siap”
Nahh loh… ini
ngomongin siapa? Siapa yang sebenarnya rama suka?. Seseorang itu yang Neetha
kenal? Apa itu Mia? Atau mungkin Neetha? saat ini dekat?,semua pertanyaan
menari-nari di benak Neetha. Tapi dari sikap dan cara Rama ke Neetha gak nutup
kemungkinan juga itu Neetha kan?.
Liburan udah selesai. Kembali ke
rutinitas kuliah seperti biasa. Seperti biasa, yang paling panjang ngomongin
kangennya adalah Chika. Chika berlari-lari kayak ngejar kucing nyuri ikan untuk
menghampiri Neetha yang dilihatnya dari kejauhan. Dan begitu sampai didepan
Neetha Chika langsung memeluk Neetha.
“hehehe….eh…gimana
ke pantainya? Seru doongg” Tanya Chika tak sabar.
“Chik..aku mau
cerita.tapi jangan kasih tau Mia yaa”
“hah? Apa tu?”
Tanya Chika tak sabar.
“sebenarnya
ini juga gak pasti..aku gak bisa pastiin jelasnya….”
Kemudian Neetha
menceritakan semua kejadian yang dipantai dan apa yang diomongin Neetha dan
Rama selama disana. Alhasil Chika melompat kaget, diikuti bola matanya yang
seakan juga ikut melompat keluar.
“apa? Rama bilang
gitu? Dia suka sama kamu?!” Chika setengah berteriak.
Neetha
cepat-cepat menutup mulut Chika karena takut didengar orang yang mungkin aja
dekat atau kenal sama Rama.
“kan dah aku
bilang ini belum jelas pastinya, Chika!!” sergah Neetha dengan gigi yang rapat.
Tak lama
berselang Mia datang, dan menyapa kedua sahabatnya.
“hai…” sapa
Mia
“hai Mia sayang….
“ jawab Chika
Mia hanya
tersenyum, dan Neetha mencoba untuk seperti biasa aja. Tapi ternyata,
sepertinya Mia tau kejadian di Pantai. Mungkin Mia udah didongengin sama Rina
atau teman lainnya yang ikut ke pantai saat liburan itu.
Pada saat
dimana Mia hanya berdua dengan Chika, Untuk memastikan apa yang didengarnya,
Mia nanya ke Chika. Dan namanya juga Chika. Keceplosan adalah hal yang lumrah
buatnya. Chika menceritakan apa yang di bicarain rama dan neetha.
“tapi itukan
juga belom pasti Mi..”
“tapi mungkin
juga pasti Chik.. Liat aja buktinya.. kayaknya Rama sering ngomong sama
rama..jalan bareng juga”
Dan saat Neetha
menghampiri mereka, Mia hanya diam dan tersenyum tipis. Saat mereka
ngobrol-ngobrol, tiba-tiba aja Mia mengarahkan pembicaraan tentang holiday
Neetha dan teman-teman mereka kemarin di Pantai. Neetha yang gak tau kalo Mia
udah tau sampai pada tahap pembicaraan Rama saat itu menjawab santai.
“ya lumyan
lah.daripada borring di kamar”
“katanya kaki
kamu terkilir yaa…udah baikan?” Tanya Mia lagi.
“iya…udah
kok..kemarin udah di pijet”
“Rama yang
mijet?”
Pertanyaan Mia
kali ini, diiringi tawa. Entah tawa untuk godain Neetha, atau tawa sinis, gak
tau deh.
“ya gak la..
selain narcis mana ada keahlian kekasihmu itu” jawab Mia
“halah… tapi
kayaknya rama suka sama kamu yaa neeth,.. buktinya aja dia nemenin kamu ngobrol.
Ahh rival lah kita nii” goda Mia lagi sambil tertawa.
“ah..kalo rama
suka, tapi aku kan gak ada rasa,..gmana kita bisa jadi rival?”
“tetap aja
bisa. Kalo Rama yang suka..haha”
Neetha
langsung membelalak Chika. Chika ketakutan dan tertunduduk mengotak atik
hp-nya. Entah apa yang di liat Chika di Hp-nya, yang penting beralih dari
tatapan Neetha yang mematikan. Haha
Hal itu
membuat Neetha gak enak sama Mia. Walaupun Mia keliatan biasa aja, tapi sering
sekali bahasan mereka tentang Rama, dan ujung-ujungnya Mia menyebutkan Mia dan
Neetha Rival ples dibarengi tawa. Ya tapi semua tau pasti hati Mia.
Mari di Order ... bisa dijadiin gantungan kunci/HP, bross jilbab... bisa request mau di buat bentuk apa aja... ccok buat di pakai sendiri atau dijadiin gift... Order By SMS/WhatsApp : 089652684492
Dari hari ke
hari Mia semakin gundah gulana mikirin Rama. Sikap Rama jadi tebak-tebakan oke buat
chika. Tapi, Chika juga kasihan liat Mia yang Cuma bisa mendam rasa tanpa
kepastian yang jelas tentang perasaan Rama gimana. Mia curhat ke Chika dan
Neetha, Neetha nyaranin Mia ungkapin aja duluan. Lain lagi dengan Chika yang
menyarankan agar Mia cari tau dulu sampe bener-bener yakin Rama juga respect
sama dia.
“kalo aku
ungkapin, ntr aku takut dia nolak trus jauhin aku,lagian aku gengsi la” keluh
Mia
“trus mau ikutin
saran si chika?” Tanya Neetha
Mia mandangin Chika, dalam penuh
arti.
“wueepss…
tatapan Mia menusuk jantung ku”
Sedarat toyoran Neetha mendarat
di kepala Chika. Sedangkan Mia masih anteng dengan posisinya di depan Chika. Sebenarnya
Chika ngerti apa yang dimaksud Mia dalam bungkamnya.
“ok..ok..ntr
aku yang cari tau..disegala kesempatan, disegala celah omongan,,di dunia
nyata,di dunia maya, bahkan klo perlu di dunia lain juga aku introgasi dia”
Usul Chika yang panjang lebar itu
berhadiah toyoran ke dua dari Neetha.
*tuiing*
“kamu
kira kita amfibi hidup di dua alam? Pake acara bilang dunia lain lagi”
Mia tersenyum geli melihat kedua
sahabatnya.
Apa
yang di usulkan Chika memang bukan sekedar omongan kosong. Saat jam kuliah
kosong, Chika sedang duduk di depan kelas, tiba-tiba Rama menghampirinya.
“hai
chika..ngapain kamu?” sapa Rama
“lagi
merenungi nasib” jawab Chika enteng.
“beughh..
masi jaman ya Chik?”
“jaman
la,.. contohnya merenungi nasib cinta masa depan” Chika mulai memancing dengan
umpan ‘jaman’.
“halaah..
santai aja. Kalo aku gak mau pusing kayak kmu tu. Kalo aku dah sukses itu
urusan gampang”
“Tapi
kan juga harus di fikirin juga di mindset pengen psangan yang kyak mana buat
masa depan. Emank kamu udah punya?”
“mau
tau aja kamu” jawab Rama singkat seraya berlalu.
Chika kesal melihat tingkah Rama.
Alhasil di setiap kesempatan Chika selalu memancing pertanyaan seputar masalah
yang sama, siapa yang ada di hati Rama. Pucuk Dicinta bulan purnama melambai,
Rama online malam itu. Mulai lah chika menjalankan misi nya. Awalnya perbincangan
mereka santai dan ringan sampai Chika mulai melemparkan pancingnya lagi.
“Rama..”
“iya..”
“kira-kira
kalo ada temen sekelas kita ada gak yang menurut kamu menarik?”
“ada…”
jawab Rama singkat.
“siapa?
Kasi tau la”
Chika udah kesenengan berfikir
kalo orang yang dimaksud Rama nanti bisa aja antara Mia atau Neetha. Sampai
akhirnya Chika memaki dalam hati.
“Alan
! :D”
Settttaannn!!!! (dalam hati
Chika)
“kamu
maho? Gak normal? Gila? Masak Alan kamu suka?”
“gak
ya.. aku normal. Kan kamu gak bilang cewek atau cowok. Ya menurut aku si Alan
menarik buat cewek.ya tentunya dia di urutan ke 2 setelah aku”
Gila. Pede banget si Rama buat
Chika hebring sampe salah nekan caps lock.
“AKU
TAU SIAPA YANG SUKA SAMA KAMU.TAPI AKU MAU KAMU KASIH TAU DULU SIAPA YANG KAMU
SUKA.KALO TERNYATA SAMA YANG KITA MAKSUDKAN. KALO GAK AKU GAK KASIH TAU.TP AKU
JAGA RAHASIA”
“mau
tau banget kamu. Aku gak perlu tau tu siapa yang kamu tau. Lain x jngn lupa
matiin caps lock..aku gak rabun kok”
*kraaakkkk
Chika memukul meja nya dengan
keras saking kesalnya baca balasan Rama. Campur juga sih sekalian malunya.
Keesokan
harinya di kampus Chika nungguin Mia dan Neetha di kantin kampus. Begitu tiba
Mia langsung deketin Chika. Dan Neetha Cuma diam menunggu Chika member laporan
investigasinnya.
“Nihil..
kamu salah naksir. Orang gila kamu sukain, orang waras kamu tolak”
Mia kebingungan. Neetha langsung
nyambung nanya ke Chika, apa yang di maksudnya tadi.
“
Mi, si Rama itu udh error otaknya. Aku nanya siapa yg menarik dia jawab Alan. Aku
kasih janji buat gak bakalan bilang siapa yg dia suka dia jawab aku mau tau
banget” keluh Chika.
“
Yaudahlah Chik, mungkin dia emang gk respect sama aku”
“jadi
kamu nyerah?” sambung Neetha.
“
hemm.. yaudahlah, biarin aja waktu yang menjawabnya” tukas Mia
“
widddiiwww… so sweet Mia” sambung Chika.
Mia Cuma senyum. Walaupun di
hatinya masih berharap semoga saat ini biarpun gak ada Mia di hati Rama, jg gak
ada cewek lain juga. Ini berarti investigasi penelusuran Chika berhenti. Bukan berarti
vakum. Chika dan Neetha sepakat bakalan terus cari tau soal kepastian hati Rama.
Biarpun harus sering ngadepin omongan dank e narciss-an Rama yang di luar batas
wajar bagi Chika dan neetha.
Seminggu sudah
Mia diluar kota. Rasanya agak sepi kalo ga ada mia. Hari ini Neetha dan chika
berencana jalan bareng ke tempat mereka bertiga biasa ngumpul. Neetha dan Chika
janjian ketemu di TKP jam 1 siang. Lagi siap-siap berangkat, sms Mia masuk ke
Chika dan juga Neetha.
“haii… aku udah disinii..”
Dengan kemampuan membalas sms
dengan cepat Chika membalas sms Mia. Gak pake basa-basi,langsung ke inti :
“udah,..siap-siap langsung ketemu di tempat biasa sekarang”
Setelah membalas sms Mia. Chika
langsung berangkat. Cuma 10 menit dah nyampe tempat tujuan. Gak berapa lama Mia
tiba. Neetha agak sedikit telat. Sembari nunggu neetha, Mia curhat ke Chika.
“ka,
km tau kan kmaren Rama jalan ma Neetha?”
“iya
.. tau.. kamu sih gak mau ikutan mereka. Padahal kata neetha kalo aja kamu bisa
ikut, dia mo boong bilang gak bisa ikutan loh..ehm..emank kenapa emank Mi?”
“gak
papa sih. Cuma aku jadi mikir, apa mungkin Rama naksir Neetha ya?”
“halah..
ngapain mikir yang gak-gak? Cem kamu gak tau gimana Rama aja..udahla.gak ada
itu”
“…………”
Mia hanya diam. Dan Neetha pun
muncul. Gak ada ekspresi cemberut atau yang lainnya ditunjukkan Mia ke Neetha. Tetap
seperti biasa mereka saling sapa,jalan bareng,makan, ngobrol,dan pulang.
Rutinitas hari kamis bagi mereka. Karena entah kenapa tanpa disengaja seringnya
mereka jalan bareng ya selalu di hari kamis.
Esok
harinya dimata kuliah Bu Mira, Neetha, Mia, dan Chika datang lebih awal. Mereka
memilih duduk di bangku paling depan. Tak lama berselang Rama pun muncul.
Herannya nih ya Rama nyapa Mia duluan pake senyum segala (kalo giginya gak
bakalan kering,mungkin rama gak bakal berenti senyum).
Raut wajah Mia agak gimana gitu.
Berhubung disebelahnya sang pujaan hati. Neetha dan Chika bisik-bisik sambil
melirik kearah Mia dan Rama. Saat Neetha dan Chika kedapetan ngelirik Mia, Mia
langsung senyum malu-malu (ceileeee). Kebetulan hari ini bu Mira agak telat
datang. Rama ngajak Mia, Neetha, dan Chika ngobrol.
“
eh..dah bayar bukunya bu Mira belom klen?” Tanya Rama
“aku
udah” jawab Neetha singkat
“aku
nanti aja waktu jam kuliah selesai” sambung Mia
“kenapa
kamu nanya-nanya Ram?mo minta di bayarin? Gak modal wooii” selah Chika
“apa
pula.. buku klen bertiga pun bisa aku bayar.sepele kali ma aku” dalih Rama.
Tiba-tiba Bu Mira datang dan
kuliah pun di mulai. Rama, Mia, Neetha, Chika, dan teman-teman yang lainnya memperhatikan
kuliah yang diberikan Bu Mira. Di beberapa kesempatan Bu Mira mengajukan
pertanyaan. Mia menjawab pelan sambil melihat kearah bukunya. Rama yang
mendengar langsung ngajak Mia ngobrol.
“
udahla Mi,..apalagi..jawab dong”
“kamu
aja yang jawab Ram”
Tanpa berfikir lama, Rama
langsung menjawab pertanyaan Bu Mira dengan jawaban yang diucapkan Mia. Dan bu
Mira membenarkan jawaban Rama. Kagetnya Mia waktu Rama jujur.
“Itu
tadi saya dikasih tau Mia jawabannya Bu”
Bu Mira tersenyum geli melihat
kea rah Rama. Dasar Rama, Mia jadi malu-malu. Chika dan Neetha senyum-senyum
kearah Rama dan Mia.
Gak terasa kuliah bu Mira
selesai. Sebelum pulang, Mia menemui bu Mira untuk melunasi uang Buku mata
kuliah bu Mira. Anehnya bukan Cuma Neetha dan Chika yang nungguin Mia, tapi
juga Rama. Saat bu Mira menulis nama Mia dengan menyebutnya beberapa kali, Rama
malah nyambung.
“siapa
namanya? Mia ama…?” Tanya bu Mira
“Mia
bu… Mia Amalia Prasetya” sambung Rama enteng sambil tersenyum.
Oh My God. Prasetya! Itu kan nama
belakangnya Rama. Malah dia kasih buat Mia. Mia kaget, Chika dan Neetha juga
gak kalah kaget dibuatnya. Sambil menahan tawa, Chika dan Neetha jalan keluar
kelas, Karena takut ketauan sama Rama dan Mia. Disusul Mia dan Rama di
belakang. Sesampai di parkiran mereka berpisah dengan Rama. Mia, Neetha, dan
Chika tertawa membahas apa yang diucapkan Rama tadi dikelas. Sikap Rama ke Mia
hari itu sungguh diluar dugaan. Mia yang diam-diam naksir Rama seperti diberi
sinyal kuat. Tapi yang jadi aneh sekarang, kenapa sikap Rama bisa gitu ke Mia
dan Neetha. agak membingungkan bagi Chika yang selalu mendengar dan berbagi
cerita dengan kedua sahabatnya itu. Gak dipungkiri Mia dan Neetha juga mungkin
ngerasa kebingungan dengan sikap Rama.
Hari ini pagi cerah. Berhubung
kuliah sedang libur, netha berencana menghabiskan waktu di rumah saja. Namun
tiba-tiba Hape neetha berbunyi, tanda sms masuk. Rupanya sms itu dari yola,
teman sekelasnya.
Sms Yola:
“Neeth,.. ke kampus yuk.. tolong bantuin aku cari tugas dari Pak Taka
kemaren”
Balas Neetha :
“ok.30 menit lagi aku nyampe kampus. Ketemu di perpus aja ya”
Neetha yang berencana
bermales-malesan akhirnya bergegas berangkat ke kampus walaupun hari ini gak
ada jadwal kuliah. Neetha juga tak lupa ngajak Mia dan Chika. Tapi chika gak
bisa ikut karena harus nemenin ibunya.
Sesampainya di depan perpus,
ternyata Yola dan Mia belum tiba. Sambil nunggu Yola dan Mia datang, neetha
duduk di depan perpus. Tak disangka Rama
berjalan kea rah neetha dan menyapanya.
“
hai neth,..sendirian?”
“ya
gag la..”
“loh..?
sama siapa..buktinya ni duduk sendiri aja “ Rama keheranan.
“
ya sama mu laa Ram,.. kalo aku sendirian,..jadi kamu apa? Hantu?” jawab neetha
enteng.
(hahahaha…sukurrin rama!!) Rama
hanya tersenyum sambil duduk disamping neetha. Tak lama neetha dan Rama
berbincang, Yola dan Mia menghampiri mereka. Mia menyapa Neetha dan Rama. Khas
nya Mia, dia gak keliatan lagi suka sama Rama. Padahal neetha senyum ke Mia
sambil ngelirik kea rah Rama. Alhasil Mia langsung berjalan masuk perpus sambil
menahan tawa bahagianya (ceileee..yang lagi jatuh cinta).
Didalam perpus Neetha, Mia, Rama,
dan Yola duduk disatu meja. Sambil ngerjain tugas mereka berbincang-bincang.
Rama yang berencana hunting sesuatu yang dia cari,ngajak Neetha dan Mia.
“Selesai
tugas ini klen langsung pulang kerumah?” Tanya Rama.
“
Ya iya.. mo kemana lagi? Gag mungkin pulang kerumah mu kan Ram?” jawab Mia
“…………….”
(Yola Cuma diam, bengong, ngeliat kea rah Mia dan Neetha)
“Emang
kenapa Ram?” sambung Neetha.
“ehm,..
ada yang mau aku cari. Tapi gak enak kao nyarinya sendirian. Kalian mau ikut?”
ajak Rama
Tiba-tiba Yola menjawab :
“
aku gak bisa ikut la.aku dah ada janji.maaf yaa teman-teman” (dengan mimik
wajah sedih)
“
paling kmu mo pergi ma cowok barumu tu kan? Lagian yang ngajak km sapa,La? Aku
Cuma ngajak Neetha ma Mia aja kok. GeeR bangget km” jawab Rama.
Wajah Yola langsung cemberut.
Sementara Mia dan Neetha tertawa melihatnya. Sebenarnya Mia pengen ikut tapi
gak bisa, karena Mia ada jadwal kerja sampingan. Akhirnya setelah ngerjain
tugas bareng, yang pergi bareng Rama Cuma Neetha. Di perjalanan neetha nanya ke
Rama mereka mau cari apa dan untuk siapa. Rupanya Rama mau nyari kado buat
ibunya yang kebetulan berulang tahun hari itu. Dan dia butuh bantuan buat milih
kado yang cocok, Neetha jadi keheranan.
“kok
butuh bantuan kalo mau pilih kado? Aku kan gak tau ibu kamu suka apa”
“yaa
aku juga gak tau apa mau ibu ku”
“masa’
sih km gak tau apa kesukaan ibu kamu? Kamu kan anaknya.apa jangan-jangan kamu
anak nemu di jalan kali ya?”
“
weeits,..enak aja.. aku anak kandung ya.di kartu keluarga tulisannya Rama
Prasetya status Anak Kandung”
“hahahaha….”
Neetha tertawa.
“kalian
kan sama-sama cewek. Biasanya sama yang disukainya,makanya aku minta tolong
kamu”
Neetha hanya tersenyum. Sesampainya
di Mall, Rama dan Neetha berkeliling Toko memilih kado yang cocok. Neetha
menyarankan membeli Pakaian sebagai kado buat ibunya. Dan Rama setuju. Setelah
selesai membeli kado Rama mengantar Neetha pulang ke rumahnya. Neetha langsung
ke kamar dan mencari hape di tasnya. Ternyata Neetha nge-sms Chika.
Sms ke Chika :
Neetha : “ka, kamu tau gak..tadi pulang dari perpus aku jalan ma si
Rama”
Chika : “hah? Masa’? ngapain? Mia ikut?”
Neetha : “ iya..nyari kado buat ibunya, Mia ga bisa ikut. Dia ada
jadwal kerja sampingan.”
Chika : “widiiww…. Bisa nyampe juga kalian di tempat tujuan tanpa aku
di dudukin di depan stang buat jadi navigator ya..hahaha… tp, sayang bangget
Mia gak ikut ya”
Neetha : “ iya. Kalo tadi Mia bisa ikutan,aku rela dehh bo’ong bilang
gak bisa ikutan.”
Chika : “ iya…pasti Mia seneng bangget hahaha”
Tiba-tiba sedang asik sms-an sama
Chika, sms Mia juga masuk. Mia nanya gimana jalan barengnya sama Rama. Neetha
jawab apa adanya kalo dia dan Rama Cuma nyari kado buat ibunya Rama.
Hari-hari
selanjutnya, Rama jadi sering ngajak Neetha buat ngerjain tugas bareng. Atau
sekedar makan bareng. Neetha yang tau Mia naksir Rama gak lupa buat ngajak Mia
dan Chika. Tapi keseringan Cuma Neetha dan Rama aja yang jalan bareng karena
Chika sibuk bantuin kerjaan ibunya dan kebetulan Mia ke rumah saudaranya di
luar kota bersama keluarganya.
Di sabtu sore waktu Neetha sedang
asik online di Socmed, Rama ngajak Neetha chating.
“
hei neeth..”
“oii
rama..”
“lagi
banyak duit aku lah. Belum makan pula”
“yaudah
makan sana. Ngapain ngadu ama aku?”
“aku
males makan sendirian.”
“aku
juga laper. Tapi kamu bayarin aku mau?haha”
“oke.”
“serius”
“iya.
Sms aja”
Neetha ragu sama isi chat Rama.
Ya maklum lah rama kan kadang rada-rada suka PHP-in orang, jangankan cewek,
PHP-in cowok dia sanggup. Haha. Tapi neetha tetap sms Rama dan minta Rama yang
jemput dia kalo emang serius mau traktir makan. Gak lama berselang ternyata
beneran Rama datang jemput Neetha. Mereka sepakat milih kafe di daerah dekat
rumah neetha. Tak disangka ternyata disana mereka ketemu sama temannya Rama. Temannya
Rama ngajak Neetha berkenalan dan ternyata saat mereka ngobrol nyambung. Disitu
terlihat raut wajah Rama agak berbeda, seperti ekspresi orang bosen di
cuekin,entah juga jealous. Neetha ragu, tapi tetap cuek aja. Neetha yakin kalo
mereka hanya sekedar teman.hanya teman.
Namanya
neetha. Punya dua sahabat, Mia dan chika. Persahabatan yang gak diukur dengan
seberapa sering mereka jalan bareng, atau duduk di bangku yang berdekatan.
Walaupun bagi sebagian besar orang kedua hal itu lazim. Di dalam kelas juga ada
Rama. Gak pinter bangget, gak cakep banget, tapi ya lumayan manis dan
berkarisma lah menurut chika. 1 lagi. Rama sosok yang frontal, ajaib, dan
sedikit gak tau malu ( menurut chika juga).
“
eh,, ni hari kan Cuma kuliahnya pak Taka aja,..pulangnya kemana kita?” Tanya
chika.
Sementara Neetha dan Mia
berfikir, tiba-tiba Rama yang nguping di depan bangku Mia menoleh ke belakang
dan langsung nyambung tanpa di komando (ya gak ada juga sih yang bisa
mengkomandoi orang kayak Rama).
“
mo kemana kalian? Gak ngajak aku?”
“heh,..pede
x ya mo diajak.. ga malu jalan ma cewek?”
“
Loh? Ngapain malu? Kalo ada aq kan kalian bakalan aman..”
“
Cuma bertiga koq klen.. knp koq g tahan pula? Ber lima jg tahan aq
melindunginya”
Aaaiiihh… kata-kata Rama membuat
Chika yang gampang illfeel ples hebring langsung muntah buatan.
“
hueekk…! Tolong la ya Ram. Satu-satunya cowok paling gak tau malu tu di kelas
ini ya kamu!”
“
itula km kn ka… dilindungi gak mau.. gak dilindungi nanti update status, cowoq
gak pengertian..itu la klen cewek-cewek ni.. lain di mulut, lain dihati “
sindir Rama yang sering baca status dan Time Line Chika di Socmed.
Kontan rasa kesal Chika dibayar
tunai sama si Rama. Sementara Netha dan
Mia Cuma tertawa melihat chika yang gak bisa jawab apa-apa lagi karna apa yang
di bilang Rama juga benar adanya.
“udahla..
jadi gimana? Mau gak? Penawaran gak dateng 2 kali. Mumpung lagi kosong waktu
ku,ntr kalo jadwal ku penuh gak bisa lah aku, kurang baek apa lagi aku,coba?”
“iddddiiiihhh….
“ gumam chika sambil buang muka.
“km kan bawa motor ram,.. mana bisa kami bertiga
ikut dengan motor mu itu” sambung Netha
“
koq ga bisa..? ntar netha di belakang aq.. Mia di depan.. truss chika di
stangnya aja..dia jadi navigator..kompas bahasa jermannya” jawab Rama enteng.
“iya,,
ga papa… ntr aq arahin netha n Mia turun di tempat tujuan, trus kamu aku antar
ampe di tepi jurang,..aku tendang kamu ampe jatuh tanpa jejak!” jawab chika
kesal.
Sontak Netha dan Mia tertawa
terbahak-bahak. 1 sama buat kedua kubu. Tapi namanya juga Rama, gak akan
berhenti sampai dia puas.
“udahla
chika,..jangan kecewa n putus asa kali gitu napa..contoh ni Mia..baek dia..Mia
aja setuju kalo aku ikut. Yakan Mia?”
“apa
pula aku setuju? Dari tadi aku diem aja kok..tau darimana aku setuju?” jawab
mia.
“Sukoorrr!!”
sambung neetha.
(dalam hati Chika) asssyiikk
dibelain.
“
ah..yaudahla.. kalo klen menyia-nyiakan kesempatan emas jalan sama ku” tutup Rama sembari menoleh lagi ke depan.
Netha, Mia, dan Chika Cekikikan di belakang.
Tak
terasa perkuliahan hari ini selesai. Netha, Mia, dan Chika menuju kantin untuk
makan siang. Sambil menunggu pesanan datang, mereka berbincang-bincang.
Membahas percakapan antara mereka dan Rama di kelas tadi. Alangkah kagetnya
Netha dan Chika mendengar pernyataan Mia. Ternyata Mia suka sama Rama.
“Hah?
Serius mia??” netha tak percaya
“kamu
bisa suka sama makhluk kayak gitu?” sambung Chika
“Mungkin
aneh kan sob..tapi entah kenapa aku suka aja sama cara dia berfikir,ngomong,dan
dia tu juga berkarisma menurut aku..dia menarik” ungkap Mia sambil
senyum-senyum.
“iya
sih yang dibilang Mia bener juga. Tapi…hahaha..kaget juga aku kamu suka ma dia”
“hahh,,,ntahla
mia.. manusia yang aku rasa tidurnya bareng dedemit gitu bisa juga kamu suka?
Heran..padahal ini bukan pandangan pertama..kamu tau aneh-aneh nya dia tu,,tapi
iya sih aku akui deh dia tu lumayan populer n berkarisma” jelas Chika.
Tapi baik Mia apalagi netha dan
Chika sama-sama gak tau apa Rama udah punya gebetan atau belum. Karena sejauh
ini memang gak ada kedengeran Rama deket sama cewek mana pun. Sementara Mia,
ada satu cowok yang udah ngungkapin perasaan ke Mia tapi Mia tolak, Alan
namanya. Teman dekat juga sama Rama.